Oleh : Ust Ahmad Zainuddin Al-Banjary
Lokasi : Majelis Taklim Miftakhul Jannah
Salah satu sebab seseorang dapat masuk surga adalah dengan memiliki ketakwaan dan akhlak yang mulia. Orang yang memiliki akhlak baik akan lebih dekat dengan Allah SWT. Oleh karena itu, penting untuk senantiasa menampilkan wajah yang tersenyum dan berperilaku baik kepada siapa pun.
Dalam kehidupan sehari-hari, menjaga akhlak dapat dilakukan dengan beberapa cara menjaga lisan dengan berkata baik atau diam, menjauhi hal-hal yang tidak bermanfaat sesuai syariat, tidak melampiaskan amarah, serta mencintai orang lain sebagaimana mencintai diri sendiri. Selain itu, dijelaskan pula tentang pentingnya khusnudzon atau berbaik sangka, yaitu mengedepankan sisi baik dibandingkan keburukan.
Seorang muslim hendaknya tidak tergesa-gesa dalam menuduh tanpa bukti, sebagaimana perintah dalam Al-Qur’an (Al-Hujurat ayat 12)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
Artinya :
"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang."
Utuk menjauhi prasangka buruk, dianjurkan untuk selalu berprasangka baik kepada sesama muslim. Orang yang berbahagia dan cerdas adalah mereka yang mampu berbaik sangka serta menahan amarahnya. Khusnudzon juga perlu diterapkan kepada Allah SWT sepanjang hidup, kepada pemimpin, ulama, dan pasangan suami istri. Bahkan, dianjurkan agar seseorang meninggal dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah.
Dalam sesi tanya jawab, dijelaskan bahwa cara untuk tetap berkhusnudzon kepada Allah saat menghadapi kesedihan, seperti ditinggal pasangan, adalah dengan menghayati Asmaul Husna, meresapkan nama-nama Allah dalam hati, meyakini bahwa Allah lebih mengetahui takdir terbaik bagi kita, serta senantiasa berdoa atas segala ketetapan yang diberikan-Nya.
Barakallahufiik 🤍