Kamis, 25 Mei 2017

contoh cerita pendek untuk anak yang mengajarkan tentang berbagi

Berikut ini  adalah contoh contoh cerita pendek untuk anak yang mengajarkan tentang berbagi.

Ada seorang anak bernama Tono. Suatu hari, ibu Tono sedang sakit.
Ibu : “uhukk.. uhuukk..uhukkk..., bantu ibu Tono..
Tono adalah anak yang baik, Tono selalu berbakti pada ibunya.
Tono : “Ibu.. apa yang bisa Tono bantu bu..,?
Ibunya Tono bingung.
Ibu : “uhuuukk, uhuuukk.. Ibu pengen sembuh..
Tono bingung sekali, dirumahnya tidak ada uang sepeserpun. Tono bergumam dalam hati, padahal Ibunya harus dibelikan obat agar sembuh. Akhirnya Tono pergi ke toko obat. Dan sesampainya di toko obat, Tono bingung.
Tono : “Bu, saya beli obat batuk satu.
Lalu ibu penjual langsung mengambilkan obat batuk. Tetapi Tono bingung, ia tidak mempunyai uang. Dengan perasaan gemetaran, Tono mau lari mengambil obat batuknya.
Penjual Obat : “hei !, kamu mau mencuri ya !.,
Tono : “endak..,L
Penjual Obat : “kamu pasti mau mencuri !, kalau ndak mau mencuri, mana sini bayar obatnya, !..
Tono dimarahin oleh penjual obat, ia tidak tau harus berbuat apa, ia sangat ketakutan, padahal Ibunya harus sembuh tetapi dia tidak punya uang untuk membayar.

            Disaat penjual obat sedang memarahi Tono, ternyata diluar toko obat tersebut ada penjual soto keliling bersama dengan anaknya.
Tukang Soto : “tok.., trotok., tok., tok., tok., tok., soto., soto.., sapa mau beli sotoooo..
Ketika sedang jualan soto, Bapak tukang soto melihat Tono sedang dimarahi oleh penjual obat.
Tukang Soto : “stop.., stop.., mengapa anak ini dimarahi ?., Ada apa bu ?..,
Penjual Obat : “anak ini mau membeli obat, tapi tidak mau bayar..,
Tukang Soto : “kenapa nak ?., kenapa kamu tidak mau bayar ?., kenapa kamu menangis ?.,
Tono : “ibu saya sakit, tapi saya ndak punya uang untuk beli obat..,
Tukang Soto : “baik nak biar saya yang bayar.,
Kemudian tukang Soto ini memberikan uang kepada penjual obat.
Tukang Soto : “nak., ayo ikut saya sebentar.., tunggu ya.,
Tukang Soto meracik soto untuk Tono.
Tukang Soto : “ini saya kasih soto.,
Kemudian setelah Tono di beri soto, tak lupa ia mengucapkan terimakasih.
Tono : “terimakasih banyak pak.,
Tukang Soto : “sama-sama nak, semoga ibumu cepat sembuh.,
Kemudian Tono bergegas pulang, dengan membawa obat beserta soto untuk diberikan kepada ibunya. Dan ibunya akhirnya sembuh. Alhamdulillah.

            Bertahun-tahun kemudian. Akhirnya Tono sudah besar dan penjual soto sudah tua. Suatu hari, ketika tukang soto sedang keliling bersama anaknya yang mendampingi.
Tukang Soto : “tok.., trotok., tok., tok., tok., tok., soto., soto.., sapa mau beli sotoooo..
Ketika penjual soto sedang keliling, disitu penjual soto terjatuh pingsan, kakinya terkena batu dan berdarah. Kemudian digotong kerumah sakit.
Sirine Ambulan : “wiuuww.., wiiiiuw.., wiiiuuuw.., wiiiuuw..,
Sesampainya rumah sakit, tukang soto dirawat, kakinya dioperasi. Ketika anak tukang soto sedang membayar biaya rumah sakit, ia terkejut karena biaya rumah sakitnya mahal sekali. Ia kebingungan harus mencari uang dimana, ia menangis dengan membawa surat tagihan rumah sakit hingga tertidur.
            Ketika anak penjual soto bangun dari tidurnya, ia terkejut saat melihat surat tagihan rumah sakit sudah berstempel “LUNAS”. Lalu ia menanyakan ke bagian administrasi.
Anak Penjual Soto : “mbak ini siapa yang membayar ?., apakah benar ini sudah ada yang membayar ?.,
Administrasi : “iya dek sudah dibayar., itu namanya tertera di kertas
Anak penjual soto melihat di kertas, ternyata yang membiayai biaya rumah sakit adalah Dokter Tono. Ternyata sekarang Tono sudah menjadi dokter. Jadi dulu ketika Tono masih kecil, Tono pernah dibantu, jadi setelah dewasa Tono ingin membantu. Dan Tukang Soto tadi yang pernah membantu Tono waktu kecil, akhirnya gantian dibantu oleh Tono.


Pesan moral yang dapat diambil : saling tolong menolong kepada sesama.

Senin, 22 Mei 2017

Jangan larang anak makan es krim atau makanan ringan

Bunda, sebagai orang tua kita tahu bahwa makanan ringan dan eskrim adalah makanan yang sangat digemari oleh anak-anak. Selain rasanya yang enak, makanan ringan dan eskrim juga mempunyai kemasan yang menarik perhatian anak. Anak menyukai keduanya karena eskrim mempunyai rasa manis dengan tekstur yang lembut dan dingin serta makanan ringan mempunyai rasa yang asin dan gurih. Tidak sedikit orang tua yang melarang anaknya untuk memakan 2 makanan tersebut dengan alasan karena eskrim mempunyai rasa manis dengan kadar pemanis yang tinggi dan juga makanan ringan yang mempunyai rasa gurih dengan micin yang tinggi pula.
Sebagai penulis, saya sering mendengar dari beberapa orang tua mengatakan hal seperti ini : “jangan makan eskrim, nanti kamu batuk, nanti kamu pilek !!” atau “jangan makan makanan ringan, banyak micinnya, nanti kamu bodoh !!”. Orang tua sering beranggapan bahwa eskrim menyebabkan batuk dan makanan ringan menyebabkan bodoh. Bunda, yuk ganti anggapan yang seperti itu. Yuk, ubah pola pikir kita bahwa tekstur lembutnya eskrim  dan gurihnya makanan ringan tetap bisa di nikmati oleh anak kita.
Bunda, pernahkah kita melihat, anak yang dilarang makan makanan tersebut berkali-kali akan tetap memakannya ?, atau kita lihat saja anak kita, apakah jika kita melarang anak kita untuk memakan eskrim ataupun makanan ringan anak kita akan tetap bersikeras untuk memakannya? Jika iya, hal ini terjadi karena anak adalah pribadi yang mempunyai rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Semakin kita mengekang anak untuk tidak makan makanan sembarangan, anak malah melunjak semakin ingin makan makanan tersebut.
Pernyataan kita kepada anak kalau makan sembarangan akan menyebabkan sakit malah justru  membuat anak benar-benar sakit. Misalnya : “Jangan makan eskrim !!”. Kemudian kita tahu anak tetap bersikeras untuk makan eskrim dan langkah kita selanjutnya adalah mengancam anak dengan kata-kata seperti ini : “di bilangin kok ngeyel, awas kamu ya, besok kalau batuk pilek !!”. Sehari setelah terlontar kata-kata seperti ini, anak pasti langsung batuk pilek. Mengapa terjadi kejadian demikian, hal ini karena pikiran kita dan pikiran anak sejalan. Anak terus berpikir dia telah makan eskrim dan dia besok akan batuk pilek. Otak anak juga merespon dan menjadwal secara terus-menerus bahwa besok akan batuk pilek.
Setelah anak batuk pilek, langkah kita selanjutnya adalah memarahi anak dengan kata-kata seperti ini : “tu kan, sudah dibilangin jangan makan eskrim masih aja ngeyel, tu liat sekarang jadi batuk pilek kan !!”. Bunda, disini siapa yang susah ? orang tua panik untuk mengobati anaknya, dan anaknya merasa ketakutan karena bersalah telah memakan eskrim dan merepotkan orang tuanya.
Bunda, apakah kita akan terus menerus melarang anak kita memakan jajanan dengan cara seperti itu ?. Nah, disini saya akan memberikan solusi agar anak tetap bisa menikmati makanan ringan dan eskrim.
Pertama : Ketika kita membelikan makanan ringan dan eskrim, buatlah perjanjian dengan anak seperti ini : “boleh makan ini, tapi besok janji tidak makan lagi ya, makan jajan ini satu kali saja ya ?, setelah makan jajan ini, minm air putih yang banyak ya ?”. Bunda, coba lihatlah ekspresinya, betapa senangnya anak kita. Jika dalam jangka waktu tertentu anak masih meminta lagi untuk memakan jajanannya, coba tagihlah dengan janjinya : “lah kan kemarin sudah janji makan eskrimnya satu kali saja, kok minta lagi ?”. Sikap orang tua yang seperti ini juga dapat melatih anak untuk berkomitmen dan belajar untuk menepati janji.
Kedua : Jika langkah pertama gagal karena anak ingin makan eskrim dan makan makanan ringan terus menerus, maka langkah kita selanjutnya adalah dengan berkata seperti ini : “boleh makan eskrim atau makanan ringan, tapi sedikit aja ya, incip aja ya? Jangan dihabiskan, buat besok dimakan lagi”. “setelah itu minum air putih yang banyak”.
Ketiga : jika langkah pertama dan kedua gagal, maka langkah yang ketiga adalah orang tua sendiri yang harus kreatif dalam memberikan makanan ringan kepada anak. Tidak harus melulu Bunda memasak masakan yang berat untuk anak. Luangkan waktu untuk membuat jajanan untuk anak. Ajak anak sekalian untuk memasak bersama. Selain menyehatkan dan aman dikonsumsi, jajanan buatan sendiri dapat mengurangi perilaku konsumtif bagi anak.
Sekian, terima kasih J

Minggu, 21 Mei 2017

Stimulasi Fisik Motorik Anak, Berbicara dan Bahasa Anak, Bersosialisasi dan Kemandirian Anak


Bunda, sebagai orang tua, kita wajib untuk menstimulasi buah hati kita dengan berbagai cara. Dengan demikian anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Stimulasi perkembangan ini sangat dibutuhkan untuk anak sebagai bekal ketika akan memasuki usia sekolah. Berikut ini adalah stimulasi fisik motorik anak, berbicara dan bahasa anak, bersosialisasi dan kemandirian anak pada usia 15 sampai 24 bulan atau usia 1.5 tahun - 2 tahun :

       A.    Stimulasi Fisik Motorik Anak Usia 15-24 Bulan
       1. Berdiri dan berjalan.
Seorang bayi mengalami pertumbuhan dan perkembangan selama masa pengasuhan dan pemeliharaan dari orangtua. Untuk anak yang baru belajar berjalan, mungkin inilah hal yang paling menyenangkan, melangkah tanpa rasa takut, dituntun ayah atau ibu, berkeliling rumah atau taman.
Pada usia 18 bulan keatas, orang tua sebaiknya menstimulasi anaknya dengan mengajarkan naik dan turun tangga tanpa bantuan, tetapi tetap harus dalam pengawasan. Anak juga belajar untuk mengembangkan keterampilan motoriknya dengan berdiri, berjalan, melompat dan berlari.
2.      Melalui bermain
Orang tua menstimulasi anak untuk memberikan beberapa mainan yang aman kepada anak. Misalnya anak diminta untuk mengambil mainan, bermain bola, meremas play dough, dll. Dengan bermain anak mampu mengembangkan keterampilan motorik, kecerdasan, inisiatif, imajinasi, kreativitas, dan bakat.
3.      Mengontrol tangan
         Kegiatan ini dapat di terapkan ketika anak belajar untuk makan dan minum sendiri dengan cara belajar memegang sendok dan mengarahkannya kedalam mulut. Atau bisa juga dengan belajar memegang dan melepaskan suatu objek.

B. Stimulasi Berbicara Dan Bahasa Anak Usia 15-24 Bulan
1.      Mengajak Berbicara
Walaupun usia 15 bulan belum lancar berbicara, orang tua tetap harus rajin berkomunikasi dengan anak, karena anak akan mengerti apa yang orang tuanya katakan. Misalnya, Katakan kegiatan-kegiatannya setelah makan, seperti jalan-jalan, dan juga ketika mengatakan jadwal harian anak, orang tua perlu kompromi. Bagaimanapun, orang tua harus fleksibel. Bukan tidak mungkin, ketika ada acara atau kejadian khusus, orang tua harus merubah jadwal anak. Misalnya ketika berlibur keluar kota atau ketika anak sedang sakit. Yang perlu diperhatikan adalah orang tua perlu membuat jadwal agar anak merasa nyaman. Bila anak rewel, orang tua juga yang kewalahan menghadapinya.
Orang tua harus sering berbicara dengan anak, menanyakan pendapat anak, menciptakan suasana yang berwarna-warni, mengarahkan dengan tidak langsung. Misalnya, ketika anak berusaha mengikat tali sepatunya, pujilah, jangan diperlihatkan kesalahan dari mengikat sepatunya. Pada saat ini yang anak pelajari bukanlah mengikat tali dengan benar, tapi bahwa dia dihargai karena mempunyai inisiatif untuk melakukan sesuatu yang baru.
Anak mulai dapat berbicara dengan benar, pada saat usianya menginjak 18 bulan atau bisa disebut balita. Namun, pengucapannya belum sempurna seperti orang dewasa.
2.      Mulai Belajar Bahasa
            Di usia ini, sebaiknya orang tua jangan terlalu sering berusaha memperbaiki anak yang sedang belajar berbicara, karena hal ini akan mengakibatkan anak menjadi penakut atau pemalu.

C. Stimulasi Sosial Dan Kemandirian Anak Usia 15-24 Bulan
a.       Berkomunikasi
Kemampuan berkomunikasi pada anak memang perlu dilatih dengan baik sebagai bekal dalam menjalankan hubungan sosial dan kemandirian. Ketrampilan berkomunikasi bukan sekedar kemampuan berbicara, melainkan mampu menyampaikan dengan baik kepada orang lain sekaligus juga mampu memahami dan memberikan respon atas komunikasi yang dijalin oleh orang lain.
Stimulasi berkomunikasi ini bisa orang tua latih dengan cara meminta anak untuk mengungkapkan apa yang menjadi kebutuhan dan keinginannya dengan jelas. Orang tua juga bisa melatih stimulasi berkomunikasi dengan meminta anak untuk menyampaikan apa yang sedang ia rasakan atau menggambarkan perasaanya.
Didalam komunikasi yang baik, tentu ada keselarasan antara dua pihak atau lebih dari orang yang sedang menjalin komunikasi. Disinilah-anak anak dilatih untuk bisa mendengarkan dengan baik ketika ada orang lain yang menyampaikan sesuatu.
b.      Membuat Humor
Jalinan hubungan sosial akan terasa hampa bila sama sekali tidak diselingi humor. Dengan adanya humor seseorang bisa tertawa, atau humor tidak harus membuat tersenyum sehingga melekatkan hubungan dan rasa ringan di hati. Ketika anak usia ini bulan sudah mulai berjalan dan sudah mengenal beberapa benda dan fungsinya, orang tua perlu memberikan stimulus humor pada anak. Misalnya, orang tua meletakkan kaus kaki dikepala, hal ini juga merupakan humor tersendiri bagi sang anak.
Bila anak sudah mengenal beberapa hal yang membuatnya lucu, maka ia akan belajar membuat humor sendiri. Setiap manusia mempunyai perasaan dan kemampuan dalam membuat humor. Dengan demikian, jalinan sosial yang dibangunnya kelak tidak hambar, tetapi berkelanjutan dengan baik.
c.       Menjalin Persahabatan
Orang tua membiarkan anaknya untuk bergaul atau bermain dengan anak lain, jika anak dilarang bermain oleh orang tuanya, akan berakibat pada kemampuan perkembangan sosial ketika anak sudah memasuki ke jenjang sekolah.
Salah satu contoh hal yang paling medasar dalam menjalin persahabatan adalah bisa berbagi dengan orang lain. Bila anak telah memahami dan belajar mengenai stimulasi persahabatan yang diberikan orang tuanya, maka anak akan lebih mudah untuk bersosialisasi serta menjalin persahabatan dengan banyak teman sehingga pergaulan pun akan semakin luas.
d.      Pembiasaan kata maaf
Ini adalah latihan kepada anak untuk terbiasa meminta maaf kepada orang lain apabila kita melakukan tindakan yang tidak sengaja (apalagi sengaja). Sikap ini sangat perlu kita biasakan kepada anak-anak karena tidak jarang kita temui orang-orang yang dengan jelas-jelas melakukan kesalahan kepada orang lain, tetapi sulit baginya untuk bisa meminta maaf. Oleh sebab itu, tidak sedikit orang yang akhirnya menjauhi orang yang tidak bisa meminta maaf tersebut karena dianggapnya angkuh, tinggi hati, atau sombong.
e.       Pembiasaan kata terima kasih
Mengucapkan terima kasih perlu orang tua latihkan kepada anak. Tidak hanya ketika menerima pemberian yang bersifat materi atau bernilai yang besar saja, orang tua juga perlu membiasakan anak dan memberikan contoh agar segera mengucapkan terima kasih kepada orang lain meskipun yang diberikan orang lain itu hal yang kecil atau biasa saja.

Daftar Pustaka
Azzet, Akhmad Muhaimin. 2014 Mengembangkan Kecerdasan Sosial Bagi Anak, Yogyakarta : Katahati.
Dariyo, Agoes. 2011. Psikologi Perkembangan. Bandung : Refika Aditama.
Mansur. 2005. Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Islam. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Mursid. 2015. Belajar dan Pembelajaran PAUD. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Mutia, Diana. 2012. Psikologi Bermain Anak Usia Dini. Jakarta : Kencana.
Santi, Danar. 2009. Pendidikan Anak Usia Dini Antara Teori dan Praktik. Jakarta : Indeks.
Saraswati,  Sylvia. 2009. Aneka Permainan Bayi dan Anak. Yogyakarta : Katahati.

Sujiono, Yuliani Nurani. 2009. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta : Indeks.

Sabtu, 20 Mei 2017

Kisah perjuangan gadis penderita Leukimia

Assalamu'alaikum..
Haiiiii :)
Selamat malam teman teman..,
Gini nih, aku mau berbagi sedikit kisah dari sahabatku..,
kebetulan dia menulis kisahnya di blog yang ia buat beberapa waktu lalu..,
dan aku mau tulis ulang..,
berbagi kepada kalian bagaimana kehidupannya sewaktu mengidap penyakit yang dideritanya..,
ya tapi alkhamdulillah..,
sekarang penyakitnya sudah sembuh..,
dan ia sudah bahagia di Surga..
bersama malaikat malaikat Allah :)
oke langsung saja ke TKP ^_^
.
.
,


.KISAH KEHIDUPAN

Mentari pagi mulai menyapa ketika kubuka kedua mataku,
suara ayam berkokok membangunkan tidurku yang lelap,
aku pun mulai beranjak dari tempat tidurku yang mungil.
Memulai pagi, kubersiap-siap untuk berangkat sekolah,
Dengan wajah yang selalu ceria aku berangkat bersama teman-teman yang sebangku denganku.
Sesampaiku di sekolah akupun mulai duduk di bangku dan siap menerima ilmu yang di berikan bapak ibu guru karena saat itu aku masih duduk di bangku kelas 6 SD.

Namaku Aprillia saat itu aku tidak tau kenapa aku sering sekali Mimisan, Lemas, dan wajah yang pucat, tapi tak sekalipun aku bercerita pada ibuku karena aku takut ibu jadi khawatir.
Lama-kelaman ibukupun curiga kenapa aku sering sekali berwajah pucat.
Saat itu juga ibuku membawa aku ke dokter dan kata dokter itu aku hanya darah rendah biasa.
Akupun lega dengan pernyataan dokter itu, aku jadi merasa baik-baik saja.
Hari di mana Ujian sekolah itu datang aku harus berjuang demi mendapat nilai yang terbaik dan pada akhirnya aku pun mendapatkan nilai yang cukup memuaskan sehingga aku dapat melanjutkan  di sekolah negeri yang aku inginkan.

Dan saat itu aku senang sekali, aku bisa memakai seragam baru, sepatu baru, punya teman baru, sekolah baru serasa semuanya baru.
Beberapa bulan aku sekolah di situ aku jatuh dari kursi yang rasanya sangat sakit yang sampai membuat kaki mati rasa.
Saat itu aku begitu ketakutan “ada, apa dengan kakiku kenapa jadi seperti ini ?”
Dalam hatipun aku bertanya seperti itu.
Setelah beberapa jam kemudian baru kakiku bisa untuk di gerakkan walaupun sangat berat sekali bila aku mengangkat kakiku untuk berjalan.
Lama sekali aku merasakan kakiku yang begitu sakit selama berbulan-bulan.
Di saat itu aku berdoa “Ya Allah, kenapa ini tak kunjung sembuh, ini rasanya sakit sekali,, aku mohon hentikan rasa sakit ini dengan kuasamu.”
Dengan menangis aku berdoa seperti itu.
Dan tak lama kemudian rasa sakit itu hilang sedikit demi sedikit tetapi lama-kelamaan kondisiku semakin tak terkendali ,, membuat aku jadi sering pingsan.

Ketakutan menghampiriku, tapi tak sedikitpun aku mengadu pada ibuku tentang kondisiku saat itu.
Setiap malam aku selalu bertanya pada Tuhan di dalam doaku “Yaa allah kenapa aku jadi seperti ini ada apa sebenarnya aku ini Ya Allah,
Ya Rabb, hamba mohon hentikan semua ini hamba lelah,.” tetapi tangisanku, doaku itu tak sedikitpun merubah keadaan.

Waktu pun berlalu, perutku pun semakin membuncit, membuatku seperti orang hamil/bungsu lapar aku tak tau kenapa semua itu terjadi pada tubuhku yang mungil.
Suatu saat ada orang yang bertanya padaku “hay nak, kamu hamil ya kok perutnya besar ?” dengan tersenyum aku menjawabnya “astagfirullah, naudzhubillah, endak kok.”  dengan sopan aku segera pulang dan menangis dalam sholatku aku mengadu pada Allah.
Banyak temanku yang bertanya seperi itu , Dalam hatiku aku sakit hati sekali tapi apa daya aku hanya bisa tersenyum.

Saat itu aku duduk di bangku kelas 2 SMP dan yang berarti aku merasakan kesakitan sudah 1 tahun lebih.
Lama-kelamaan ibukupun curiga dengan keadaanku yang saat itu samakin memburuk karena aku batuk selama lebih dari 3 bulan tak kunjung sembuh.
Ibukupun mulai mengajakku pergi ke pukesmas dan dari pukesmas di rujuk ke BPMP/BP4 atau apa yaa aku lupa :D di situ aku di ronsen dan dokter berkata kalau paru-paruku baik-baik saja tetapi dia curiga dengan perutku yang besar dan keras sekali lalu dia menyarankan untuk di rujuk ke RS.Kariadi, dan di saat itupun aku mulai ketakutan dengan keadaanku sendiri.
Pada saat itu aku datang di kariadi setelah dokter memeriksaku dia berkata “sepertinya ini kanker dek, tapi tenang ini belum pasti ,, agar pasti adek mau untuk menginap di sini agar kami tau apa penyakit adek.”
Dan di waktu itupun aku menangis dalam hati dan bertanya “ Tuhan, apa salahku hingga kau hukum aku seperti ini ?” dengan menangis aku bertanya seperti itu dalam hatiku.
Setelah 2 hari aku di rumah sakit tanpa ada pemeriksaaan akupun bertemu dengan Dokter Bamb*ng dialah orang yang akan menanganiku dan dia berkata aku akan di operasi
Aku tak tau dan tak mengerti kenapa semuanya jadi seperti ini, aku takut sekali di operasi tetapi dengan tegar aku menjalani semua itu, Setelah itu Dokter Bamb*ang bilang kalau aku mengindap penyakit Leukimia(CML).
Hatiku begitu hancur saat itu , aku hanya terdiam dan menangis dalam hati. akupun bertanya-tanya “ bagaimana hati ibuku, pasti dia lebih hancur dari aku ? kenapa Tuhan memberikan cobaan yang berat seperti ini di keluarga kecilku ?”.
Setelah aku di perbolehkan pulang akupun di berikan obat yang harus di minum setiap hari dan aku harus ke rumah sakit sebulan sekali  dengan tabah aku menjalani itu semua.
Tapi lama-lama kok semua ini tak kunjung selesai, akupun  saat itu sempat marah dengan kaadaanku saat itu.

Aku mulai bosan, aku mulai memberontak saat itu, aku jadi malas-malassan minum obat dan akupun melanggar semua peraturan-peraturan yang di kasih tau dokter Bamb*ng.
Aku jadi sering jajan sembarangan tapi setelah satu bulan sepeti itu keadaankupun menjadi hampir tak terkendali hasil laboratoriumku pun memburuk semua kata dokter Bamb*ng, tapi aku tetap tak peduli saat itu.
Tak ku sadari kelakuanku saat itu membuat ibuku menangis dalam doanya.
Tak sengaja aku mendengar ibuku berdoa di tengah malamnya, dia menangis sampai tersedu memohon kepada tuhan agar aku sembuh dan saat  itu  hatiku ikut menangis mendengar itu semua. Begitu jahatnya aku melalukan hal seperti itu yang tanpa ku sadari menyakiti ibuku.
Dan di dalam hatiku aku berjanji  kalau aku tidak akan seperti itu lagi.
Akupun sadar kalau aku tidak boleh memikirkan kapan aku sembuh atau kapan aku berhenti meminum obat ini.
Tapi yang harus aku pikirkan adalah bagaimana caranya aku bisa membuat ibuku dan orang-orang yang sayang sama aku bangga dengan kesuksesanku nanti dan bagaimanan aku bisa meraih dan mengejar cita-citaku itu.

Saat ini aku sudah duduk di bangku kelas 2 SMK, bersekolah di SMKN 8 SEMARANG dan mengambil jurusan MULTIMEDIA.
Kenapa aku mengambil jurusan multimedia karena aku bertekat untuk menggapai cita-citaku menjadi seorang PHOTOGRAPER dan DESIGNER yang hebat dan terkenal.
Walaupun aku menggapai itu semua dengan kesulitan,
berbeda dari orang-orang biasanya,
ketika aku harus pulang sore lalu kakiku penuh dengan memar seperti orang habis di pukul/kaki yang kaku atau ketika aku punya banyak tugas aku sering mengeluh kesakitan di bagian tanganlah, kakilah ataupun juga perut.
Tapi aku akan tetap menjalani semua itu dengan ketabahan dan kesabaran karena aku tau kalau ini semua hanya ujian dari Allah,
karena Allah sangat menyayangiku dan aku harus bisa melewati semua ujian ini entah di iringi air mata ataupun rasa sakit yang sangat- sangat mendalam.
Aku harus tetap tersenyum dan yakin suatu saat kebahagiaan, beserta indahnya hidup akan ku raih.
Allah sudah merencanakan sesuatu yang indah untuk hidupku kelak.
SEMARANG, 24 – 01 -2014

-The End-
.
nah seperti itulah perjuangan sahabatku..
sahabat dari kelas 8 SMP sampai kelas 11 SMK..
dan sekarang dia sudah meninggal pada Kamis,11 Desember 2015 (17:30 WIB)..,
mudah-mudahan almarhumah diterima disisi Allah SWT, diterima semua amal kebaikannya dan di ampuni segala dosa-dosanya. Aamiin.

Belajar Jadi Orang Sabar

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 153).

gara gara lagi sakit ngadepi masalah sama orang yang gak ada ujungnya..
bawa'anya nyerah gitu ya kalo lagi ada masalah , sepele sih emang .. tapi ya kalok di masukin hati gak ilang ilang sakitnya.
Pernah, suatu hari aku ngepo'in ask.fmnya si Dwit4sari , itu lho, penulis buku , yang akun twiternya banyak kicauan galau galau gitu.,
waktu Dwit4 ditanya gini :" Kak, kok bisa sih hidupnya tegar banget? "
terus nih , Dwit4nya bales : " Intinya jangan dendam "
simple, kan jawabnya, tapi jalaninya itu lhoooo :'(



balik lagi ke tema ..,
lagi pengen ngungkapin perasaan.., rasanya dikhianatin itu sakit ya?
dijelek jelekin itu sakit ya? ,.,aduh sakitnya minta ampun :)
disini aku berusaha sabar.., mencoba untuk tidak tahu artinya kata : "SABAR ITU ADA BATASNYA"
berusaha diam ketika dimaki, .., dan jangan dendam pastinya ..,

yah, inilah likaliku hidup.., sebagian besar orang lebih memilih berbuat jahat ketimbang berbuat baik..,
aku udah ngerasain 22nya ..,
jadi orang baik itu gak enak.., tertindas.., apa apa mesti ngalah ..,
diejekin, diem aja .., disindir ? juga diem aja :)

aku masih ingat dengan perkataan mba endang, (mb andung)
itu lho temen sekaligus karyawan yang ada di tempat aku prakerin..,
dia sering bilang, gini nih "sekarang karma tu cepet banget datengnya"
misalnya nih, pagi pagi kita sengaja bikin kesalahan , siangnya kita udah dapet kesalahan..,
tapi kalok dalam Islam yang namanya karma itu gak ada,
sama aja dong kalo kita percaya karma, sama aja dengan dendam .. iya gak ????
intinya , " semua yang kita lakukan itu akan berbalik ke kita juga, kebaikan ataupun keburukan"
kalok kita berbuat keburukan , ntar kita mesti dapet keburukan juga, begitupun sebaliknya..,

pokoknya jangan coba coba deh jadi orang jahat..,
imbasnya kita malah dapet kejahatan yang lebih jahat dari apa yang kita lakuin lhoooooooo ..,,
udah, jadi orang baik aja .,, kalo kita dikasih kejahatan dari orang lain,
diemin aja, sabar,dan jangan lupa banyak banyak istighfar..,
InsyaAllah , kita dapet kebaikan lebih gede,
kalo kata endy, "Orang baik itu pasti menang !"
Night :)