Kamis, 25 Mei 2017

contoh cerita pendek untuk anak yang mengajarkan tentang berbagi

Berikut ini  adalah contoh contoh cerita pendek untuk anak yang mengajarkan tentang berbagi.

Ada seorang anak bernama Tono. Suatu hari, ibu Tono sedang sakit.
Ibu : “uhukk.. uhuukk..uhukkk..., bantu ibu Tono..
Tono adalah anak yang baik, Tono selalu berbakti pada ibunya.
Tono : “Ibu.. apa yang bisa Tono bantu bu..,?
Ibunya Tono bingung.
Ibu : “uhuuukk, uhuuukk.. Ibu pengen sembuh..
Tono bingung sekali, dirumahnya tidak ada uang sepeserpun. Tono bergumam dalam hati, padahal Ibunya harus dibelikan obat agar sembuh. Akhirnya Tono pergi ke toko obat. Dan sesampainya di toko obat, Tono bingung.
Tono : “Bu, saya beli obat batuk satu.
Lalu ibu penjual langsung mengambilkan obat batuk. Tetapi Tono bingung, ia tidak mempunyai uang. Dengan perasaan gemetaran, Tono mau lari mengambil obat batuknya.
Penjual Obat : “hei !, kamu mau mencuri ya !.,
Tono : “endak..,L
Penjual Obat : “kamu pasti mau mencuri !, kalau ndak mau mencuri, mana sini bayar obatnya, !..
Tono dimarahin oleh penjual obat, ia tidak tau harus berbuat apa, ia sangat ketakutan, padahal Ibunya harus sembuh tetapi dia tidak punya uang untuk membayar.

            Disaat penjual obat sedang memarahi Tono, ternyata diluar toko obat tersebut ada penjual soto keliling bersama dengan anaknya.
Tukang Soto : “tok.., trotok., tok., tok., tok., tok., soto., soto.., sapa mau beli sotoooo..
Ketika sedang jualan soto, Bapak tukang soto melihat Tono sedang dimarahi oleh penjual obat.
Tukang Soto : “stop.., stop.., mengapa anak ini dimarahi ?., Ada apa bu ?..,
Penjual Obat : “anak ini mau membeli obat, tapi tidak mau bayar..,
Tukang Soto : “kenapa nak ?., kenapa kamu tidak mau bayar ?., kenapa kamu menangis ?.,
Tono : “ibu saya sakit, tapi saya ndak punya uang untuk beli obat..,
Tukang Soto : “baik nak biar saya yang bayar.,
Kemudian tukang Soto ini memberikan uang kepada penjual obat.
Tukang Soto : “nak., ayo ikut saya sebentar.., tunggu ya.,
Tukang Soto meracik soto untuk Tono.
Tukang Soto : “ini saya kasih soto.,
Kemudian setelah Tono di beri soto, tak lupa ia mengucapkan terimakasih.
Tono : “terimakasih banyak pak.,
Tukang Soto : “sama-sama nak, semoga ibumu cepat sembuh.,
Kemudian Tono bergegas pulang, dengan membawa obat beserta soto untuk diberikan kepada ibunya. Dan ibunya akhirnya sembuh. Alhamdulillah.

            Bertahun-tahun kemudian. Akhirnya Tono sudah besar dan penjual soto sudah tua. Suatu hari, ketika tukang soto sedang keliling bersama anaknya yang mendampingi.
Tukang Soto : “tok.., trotok., tok., tok., tok., tok., soto., soto.., sapa mau beli sotoooo..
Ketika penjual soto sedang keliling, disitu penjual soto terjatuh pingsan, kakinya terkena batu dan berdarah. Kemudian digotong kerumah sakit.
Sirine Ambulan : “wiuuww.., wiiiiuw.., wiiiuuuw.., wiiiuuw..,
Sesampainya rumah sakit, tukang soto dirawat, kakinya dioperasi. Ketika anak tukang soto sedang membayar biaya rumah sakit, ia terkejut karena biaya rumah sakitnya mahal sekali. Ia kebingungan harus mencari uang dimana, ia menangis dengan membawa surat tagihan rumah sakit hingga tertidur.
            Ketika anak penjual soto bangun dari tidurnya, ia terkejut saat melihat surat tagihan rumah sakit sudah berstempel “LUNAS”. Lalu ia menanyakan ke bagian administrasi.
Anak Penjual Soto : “mbak ini siapa yang membayar ?., apakah benar ini sudah ada yang membayar ?.,
Administrasi : “iya dek sudah dibayar., itu namanya tertera di kertas
Anak penjual soto melihat di kertas, ternyata yang membiayai biaya rumah sakit adalah Dokter Tono. Ternyata sekarang Tono sudah menjadi dokter. Jadi dulu ketika Tono masih kecil, Tono pernah dibantu, jadi setelah dewasa Tono ingin membantu. Dan Tukang Soto tadi yang pernah membantu Tono waktu kecil, akhirnya gantian dibantu oleh Tono.


Pesan moral yang dapat diambil : saling tolong menolong kepada sesama.