Berikut ini adalah contoh contoh cerita pendek untuk anak yang mengajarkan tentang berbagi.
Ibu : “uhukk.. uhuukk..uhukkk...,
bantu ibu Tono..”
Tono adalah anak yang baik, Tono selalu berbakti pada ibunya.
Tono : “Ibu.. apa yang bisa Tono
bantu bu..,?”
Ibunya Tono bingung.
Ibu : “uhuuukk, uhuuukk.. Ibu
pengen sembuh..”
Tono bingung sekali, dirumahnya tidak ada uang sepeserpun. Tono
bergumam dalam hati, padahal Ibunya harus dibelikan obat agar sembuh. Akhirnya
Tono pergi ke toko obat. Dan sesampainya di toko obat, Tono bingung.
Tono : “Bu, saya beli obat batuk
satu.”
Lalu ibu penjual langsung mengambilkan obat batuk. Tetapi Tono bingung,
ia tidak mempunyai uang. Dengan perasaan gemetaran, Tono mau lari mengambil
obat batuknya.
Penjual Obat : “hei !, kamu mau
mencuri ya !.,”
Tono : “endak..,L”
Penjual Obat : “kamu pasti mau
mencuri !, kalau ndak mau mencuri, mana sini bayar obatnya, !..”
Tono dimarahin oleh penjual obat, ia tidak tau harus berbuat apa, ia
sangat ketakutan, padahal Ibunya harus sembuh tetapi dia tidak punya uang untuk
membayar.
Disaat penjual obat
sedang memarahi Tono, ternyata diluar toko obat tersebut ada penjual soto
keliling bersama dengan anaknya.
Tukang Soto : “tok.., trotok.,
tok., tok., tok., tok., soto., soto.., sapa mau beli sotoooo..”
Ketika sedang jualan soto, Bapak tukang soto melihat Tono sedang
dimarahi oleh penjual obat.
Tukang Soto : “stop.., stop..,
mengapa anak ini dimarahi ?., Ada apa bu ?..,”
Penjual Obat : “anak ini mau
membeli obat, tapi tidak mau bayar..,”
Tukang Soto : “kenapa nak ?.,
kenapa kamu tidak mau bayar ?., kenapa kamu menangis ?.,”
Tono : “ibu saya sakit, tapi saya
ndak punya uang untuk beli obat..,”
Tukang Soto : “baik nak biar saya
yang bayar.,”
Kemudian tukang Soto ini memberikan uang kepada penjual obat.
Tukang Soto : “nak., ayo ikut
saya sebentar.., tunggu ya.,”
Tukang Soto meracik soto untuk Tono.
Tukang Soto : “ini saya kasih
soto.,”
Kemudian setelah Tono di beri soto, tak lupa ia mengucapkan
terimakasih.
Tono : “terimakasih banyak pak.,”
Tukang Soto : “sama-sama nak,
semoga ibumu cepat sembuh.,”
Kemudian Tono bergegas pulang, dengan membawa obat beserta soto untuk
diberikan kepada ibunya. Dan ibunya akhirnya sembuh. Alhamdulillah.
Bertahun-tahun
kemudian. Akhirnya Tono sudah besar dan penjual soto sudah tua. Suatu hari,
ketika tukang soto sedang keliling bersama anaknya yang mendampingi.
Tukang Soto : “tok.., trotok.,
tok., tok., tok., tok., soto., soto.., sapa mau beli sotoooo..”
Ketika penjual soto sedang keliling, disitu penjual soto terjatuh
pingsan, kakinya terkena batu dan berdarah. Kemudian digotong kerumah sakit.
Sirine Ambulan : “wiuuww..,
wiiiiuw.., wiiiuuuw.., wiiiuuw..,”
Sesampainya rumah sakit, tukang soto dirawat, kakinya dioperasi. Ketika
anak tukang soto sedang membayar biaya rumah sakit, ia terkejut karena biaya rumah
sakitnya mahal sekali. Ia kebingungan harus mencari uang dimana, ia menangis
dengan membawa surat tagihan rumah sakit hingga tertidur.
Ketika anak penjual
soto bangun dari tidurnya, ia terkejut saat melihat surat tagihan rumah sakit
sudah berstempel “LUNAS”. Lalu ia menanyakan ke bagian administrasi.
Anak Penjual Soto : “mbak ini
siapa yang membayar ?., apakah benar ini sudah ada yang membayar ?.,”
Administrasi : “iya dek sudah
dibayar., itu namanya tertera di kertas”
Anak penjual soto melihat di kertas, ternyata yang membiayai biaya
rumah sakit adalah Dokter Tono. Ternyata sekarang Tono sudah menjadi dokter.
Jadi dulu ketika Tono masih kecil, Tono pernah dibantu, jadi setelah dewasa
Tono ingin membantu. Dan Tukang Soto tadi yang pernah membantu Tono waktu
kecil, akhirnya gantian dibantu oleh Tono.
Pesan moral yang dapat diambil : saling tolong menolong kepada sesama.
