Selasa, 08 Agustus 2017

Tips dan dampak memberi uang saku rutin kepada anak


Sebagian besar orang tua sering memberkan uang saku rutin sehari dengan jumlah sekian atau seminggu dengan jumlah sekian kepada anak. Tujuannya dengan maksud untuk membeli mainan dan jajanan kepada anak. Tapi, apakah bunda tahu? Bagaimana dampak jika anak diberikan uang saku rutin ?
1. Bahwa anak yang setiap hari dibekali uang saku maka lama-kelamaan anak tersebut akan mempunyai mental meminta atau mental menagih. Ketika sudah ada waktunya dia dikasih uang saku, kok belum dikasih, maka anak akan berani untuk meminta orang tuanya. Misalnya saja anak setiap hari sebelum berangkat sekolah diberi uang saku rutin oleh ibunya, lalu ketika anak akan berangkat sekolah dan ibunya belum memberikan uang saku, maka yang terjadi adalah anak tersebut pasti berani meminta uang kepada ibunya karena anak merasa itu adalah kegiatan rutin yang harus ibunya lakukan.
2. Jika anak diberikan uang saku rutin terus menerus maka yang terjadi adalah anak tidak tau terimakasih. Anak ketika diberi uang saku oleh orang tuanya lama-kelamaan tidak akan mengucap terimakasih. Karena anak merasa bahwa uang saku rutin ini adalah haknya.

Nah, lantas bagaimana memberikan uang kepada anak ? begini langkahnya.
1. Sebelum orang tua memberikan uang saku kepada anak, anak harus tau dan paham bahwa uang ini bukan hak dia. Melainkan uang ini adalah kebaikan ayah dan ibu. Jadi kita harus bekali dulu dengan seperti ini “nak, ini uang saku bukan hakmu sebenarnya, ini adalah kebaikan ayah dan ibu memberi uang kepadamu.” Jadi setelah diberi pengertin seperti itu ketika anak dikasih uang berapapun nominalnya anak pasti akan bilang terimakasih.
2. Orang tua harus membekali bahwa uang saku yang diberikan kepada anak itu nanti uangnya mau diapakan. Anak juga harus tau guna uang saku ini. Jika anak tidak dibekali kegunaan uang itu seperti apa, maka anak selalu setiap hari pasti membeli jajan atau membeli mainan yang nantinya itu penghasilan anak dari uang saku rutin yang diberikan orang tuanya tidak nampak ketika dia sudah dewasa. Karena setiap hari habis untuk dibelikan mainan dan jajanan. Ajarkanlah untuk menabung. Jadi dia akan tau bahwa ketika ia ingin membeli sesuatu, itu harus pakai usaha. Usahanya dia adalah dengan menabung rutin dengan uang yang diberikan orangtuanya. Ini adalah belajar anak untuk memanage uang, agar kelak ketika sudah besar anak sudah tau cara memanage uang karena sejak kecil sudah diajarkan oleh orang tuanya.

Senin, 07 Agustus 2017

Langkah-langkah menanamkan sikap wirausaha kepada anak sejak dini.

Langkah-langkah menanamkan sikap wirausaha kepada anak sejak dini.
1.       Latihlah anak untuk berkomunikasi dengan baik
Berwirausaha adalah untuk melatih anak berkomunikasi dengan baik. Salah satu alasan mengapa orang  membeli produk kita adalah karena produk kita bagus dan berkualitas, kedua karena kita menjualkan produk ke perusahaan yang terpercaya. Tetapi, pengaruh yang paling besar mengapa orang-orang membeli produk kita adalah karena kita kenal dengan orang tersebut, atau kita akrab dengan orang tersebut. Misalkan, kita menjual makanan, enak, produknya bagus dan terpercaya, tetapi orang 60% membeli produk kita karena kita kenal dengan konsumen kita, karena kita orangnya baik. Jadi, karena 60% penentu keberhasilan orang membeli produk kita, karena kenal. Maka dari itu kita harus mengajarkan anak berkomunikasi kepada orang lain dengan baik. Bagaimana mengajarkan anak menjadi pribadi yang kuat, menjadi pribadi yang tangguh, pribadi yang menyenangkan, dan pribadi yang positif.

2.       Disiplin
Dalam hal ini, disiplin bukan hanya karena tentang disiplin waktu. Selain disiplin waktu, Disiplin disini juga dimaksudkan untuk anak agar mau melakukan apa yang seharusnya dilakukan walaupun saat itu anak tidak mau. Ada beberapa pilihan, misalnya oh anak saat ini jadwalnya harus melakukan ini, melakukan itu, tetapi anak sedang tidak mau. Jika anak sudah terlatih disiplin, anak pasti akan melakukan, sekalipun anak sedang dalam keadaan malas, anak pasti akan melakukan hal yang sudah kegiatannya.
3.       Berikan konsep-konsep positif tentang uang
Saya sering mendengar kata-kata seperti ini “jangan jadi orang kaya, nanti masuk surganya terakhir !!.., karna apa.,?., nanti dihisabnya lama, dihitungnya lama..,” nah, kata-kata seperti itu adalah konsep-negatif tentang uang. Jadi, kita harus tanamkan sikap-sikap positif tentang uang, bahwa uang itu adalah sebuah ide, dan ide itu bisa menghasilkan uang. Beritahu anak bahwa uang jika ditangan orang yang baik maka akan berubah menjadi kebaikan. Dan hanya orang yang kuat yang bisa menolong orang yang lemah. Jika anak sudah besar katakan : “nak, nanti kalau ekonomimu sudah kuat, kamu bisa bantu teman-temanmu yang lemah secara ekonomi. Konsep-konsep seperti inilah yang harus kita tanamkan untuk anak agar anak punya cara pandang yang positif tetang uang.
4.       Bekali mental anak
Ketika anak memasuki usia 9-15 tahun, anak sudah bisa membanding-mbandingkan teman-temannya, anak bisa membandingkan bahwa ada temannya lebih pintar, ada temannya yang lebh kaya, dll. Nah, pada tahap ini orang tua perlu menanamkan sikap mental positif kepada anak. Bekal mental adalah persepsi positif terhadap diri anak. Jangan sampai anak beranggapan bahwa dirinya “oh.. aku ini orangnya lebih bodoh dari temanku, oh aku ini orangnya lebih miskin dari temanku..”. persepsi yang demikian harus dihilangkan dari pikiran anak. Karena pada dasarnya semua anak adalah cerdas
5.       Tentukan passion atau minat anak
Disini kita latihkan pada kegemaran anak. Ketika anak kurang pandai dalam hal pelajaran, kita bisa arahkan ke hal yang menjadi minat anak. Misalnya, menggambar, bermain musik, bernyanyi, kerajinan tangan, dll.
6.       Cari tahu formula kemenangannya
Jadi ketika anak kurang mampu dalam hal pelajaran dan kita arahkan ke minant anak yang lain, maka itu akan menjadi formula kemenangan anak. Dan yang pasti bukan dalam hal pelajaran. Misalnya anak lebih kreatif dari temannya jadi persepsi positifnya harus tetap kita jaga. Seperti anak bisa percaya pada dirinya bahwa dia anak yang kreatif, dia unggul dalam hal kerajinan misalnya.
7.       Memulai dengan permainan
Untuk anak umur 9 tahun keatas, orang tua bisa ajarkan anak untuk bermain monopoli, melalui permainan monopoli orang tua sambil menanamkan pembelajaran kepada anak. Bermain jualan-jualan (dalam Bahasa Jawa disebut “pasaran”) juga dapat menstimulasi jiwa entrepreneur anak.
8.       Bersiap
Bersiap ini adalah untuk mempersiapkan keberhasilannya didunia nyata. Ketika anak sudah mulai berpenghasilan dari uang saku orang tuanya, ajarkan anak untuk menabung untuk bekalnya kelak.
9.       Latihan keterampilan
Ajarkan latihan keterampilan atau keunggulan yang dimiliki anak, misalnya kerajinan tangan, musik, membuat pernak pernik, atau kegiatan apa saja yang sekiranya mempunyai harga jual.
10.   Kenali karakter anak.
Disini adalah untuk mengetahui gaya belajar anak. Apakah anak belajar secara visual, auditori ataupun kinestetik. Dengan kita mengetahui salah satu karakter anak tersebut akan sangat mudah cara untuk memahamkan anak dalam mempelajari wirausaha apakah dengan gaya visual, auditori atau kinestetik.
11.   Merancang prioritas untuk anak
Merancang prioritas kepada anak adalah dengan melihat ketika anak ingin membeli sesuatu, misalnya saja membeli tas baru. Kemudian kita tanya kepada anak, “kamu ingin membeli tas ini memang benar-benar butuh atau hanya sekedar ingin punya?, terus yang kamu pengen itu bisa dibeli sekarang apa nanti.?, dan yang pengen kamu beli ini untuk siapa? Diri sendiri, masyarakat, teman, keluarga atau siapa.?,”. Jadi ajarkan anak untuk disiplin finansial, mau menunda kesenangannya, dan paham apa yang harus diprioritaskan.
12.   Kenalkan segmen pasar
Ketika anak masih kecil kita bisa tanya seperti ini “nak, kamu mau jualan apa?”, atau ketika anak sudah besar usia 9 tahun ke atas, kita bisa beri pertanyaan kepada anak yang lebih spesifik misalnya “nak, ada tidak temanmu yang butuh apa, yang sekiranya kita bisa bantu dia ? nanti kita bisa bantu dia dengan jualan itu.?.” Jadi, kita mengajarkan anak supaya tau segmen pasarnya seperti apa, segmen pasarnya siapa. Hal ini menegaskan kepada anak bahwa kita berjualan produk atau jasa itu ada tujuannya. Tujuannya adalah membantu mereka supaya masalah mereka bisa teratasi.
13.   Kembangkan ide anak
Terkadang kita tahu bahwa ide anak itu tinggi. Idenya itu sangat tidak terpikirkan oleh kita. Anak sangat kreatif menciptakan sesuatu hal yang belum ada. Misalnya anak ingin membentuk donat pesawat atau buku yang ada lampunya. Nah tugas orang tua adalah memfasilitasi. Kalau sekarang bisa lakukan, ayo kita coba bikin sekarang. Ayo kita coba jualan ini. Lalu kita bisa tanyakan kepada anak. “nak, apa yang menjadikan jualanmu beda dengan yang lain.?,” misalnya, dengan menjual donat pesawat, kita akan berjualan donat dengan bentuk pesawat, begitu pula dengan buku lampu. Jadi memang seperti itu produk yang ditawarkan kepada orang lain dan berbeda dengan yang lain. Lalu jika anak yang mempunyai banyak ide, kan ada anak yang mempunyai ide banyak sekali, lalu bagaimana caranya melaksanakan ide-ide tersebut?. Caranya adalah kita bisa tuntun anak untuk fokus dengan salah satu ide terlebih dahulu. Kalau salah satu ide sudah berhasil, bisa dilanjutkan ide yang lan.
Sekian begitulah tips dari saya dalam langkah-langkah menanamkan sikap wirausaha kepada anak sejak dini.
Dikutip dari hasil seminar orangtualogy comunity

Cara Balik Nama STNK di SEMARANG

Assalamu’alaikum teman-teman... 
Sudah lama nih saya tidak ngeblog, dan  kebetulan juga gak suka nulis.. terus punya blog buat apa cobak ?????? ewkwkkwk..
Aku mau berbagi cerita sedikit pengalamanku kemarin mengurus balik nama STNK..,
Awalnya saya tidak ada niat untuk balik nama, tapi berhubung si motor udah minta diulang tahunin alias pajak, lalu STNK masih atas nama pemilik sebelum aku, dan pemiliknya juga lumayan jauh dari rumah. Akhirnya aku sama bapak mengambil keputusan untuk balik nama,., Tau sendiri kan ya, pajak motor kalo ngurus sendiri tanpa jasa harus pakai KTP pemilik. Hhmmmm :3
Dan kebetulan juga aku ini liburan kuliah, libur panjang.,3 bulan..,  dari sebelum Idul Fitri sampai setelah Idul Adha. dah kayak orang pengangguran pokonya. ewh malah tjurhats :v
Sabtu, 5 Agustus 2017, hari itu kuberanikan diri buat ngurus balik nama sendiri., kata abangku sabtu samsat buka, tapi setengah hari., oke fine gapapalah setengah hari.,
Kalo kata orang “ngapain susah-susah ngurus balik nama, enakan pakai jasa , tinggal duduk dirumah terima jadi..” pikirku iya sih enak begitu, tapi kita nannti ketergantungan sama orang, terus kalo tarif jasa sama tarif ngurus sendiri selisihnya banyak ., kalo ngurus sendiri kan ya enak, tau prosedurnya, tau tarifnya, juga bisa sambil belajar, nantikan kalo kita dah tau ilmunya gimana cara balik nama bisa di share ke temen2, dan yang paling penting kalo ngurus sendiri itu setidaknya mengurangi tindakan PUNGLI  :’v
sekitar jam 9 saya pergi ke samsat semarang III letaknya ada di krapyak semarang barat., kan aku semarang selatan. Jadi kalo balik nama pakai proses mutasi, karena beda wilayah. 
Surat-surat yang harus dibawa untuk balik nama STNK :
- BPKB asli
- STNK asli
- Kwitansi jual beli bermaterai 6000 nama penjual sesuai STNK
- Motornya yang mau dibalik nama jugak dibawa untuk cek fisik
- Ohiya jangan lupa sebelum berangkat masing-masing surat di fotokopi beberapa lembar dan taruh map., bawa bolpoin juga.
sesampainya di samsat aku langsung tanya ke satpam “pak mau balik nama” satpamnya dengan murah senyum langsung bilang “silahkan cek fisik kendaraan mbak” okey,.., aku langsung datang di area cek fisik motor, selagi petugasnya ngecek motorku, aku disuruh ngisi formulir., untuk cek fisik kendaraan gratis ;)
setelah itu aku tanya ke petugas yang ngecek fisik motor, “habis ini kemana pak.?” Dan langsung diarahin masuk ke bagian mutasi. Karena emang aku awalnya modal nekat, gak tau apa-apa tentang balik nama motor, akhirnya ya sampai samsat nanyak-nanyak terus., jadi, setelah dari bagian ini tanya, setelah dari bagian itu tanya.. pokonya tanya lagi, tanya tanya terus, wkwkkw , daaaaaaaaaaaaaan akhirnya pukul 11 usai sudah prosesi mutasi keluar dan juga aku sudah mengantongi berkas motor pemilik motor lama, dan berkas-berkasku dari samsat.
Kan tadi prinsipnya tanya terus,, :’v finally ,aku tanya dong sama petugasnya habis dari samsat kemana., akhirnya aku diarahin untuk datang ke polda., polda dimana letaknya ? di daerah pahlawan simpang lima arah ke veteran., karna jam sudah menunjukkan pukul 11.30 aku pulang kerumah., inget ya tadi., Sabtu cuma setengah hari. Okey deh aku meluncur pulang ., dan bobok siang.., :D oh iyaaa.. untuk biaya mutasi keluar nanti ya., totalannya ada di akhir tulisan ini :v
Senin, 07 Agustus 2017 aku melanjutkan kegiatan balik nama. Dari rumah pukul 08.00 aku langsung ke polda., sesampainya di polda BPKB asli di minta dan kita dikasih lembaran kertas gunanya untuk ambil BPKB baru seminggu kemudian.
Setelah proses BPKB selesai, langkah terakhir adalah langkah mutasi masuk wilayah asli, dan aku langsung menuju ke Samsat Semarang II letaknya Sumurbroto Banyumanik., karena jam masih menunjukkan pukul 09.30 aku langsung meluncur ke Samsat Semarang II, sampai disana aku langsung tanyak ke satpam mau mutasi masuk nah nanti disitu udah diarahin, dan proses bayar membayar., wkwkwk setelah selesai semuanya aku terima STNK baru sudah atas nama aku :’v habis itu aku langsung disuruh cetak plat nomor di dekat parkiran., ditunggu sebentar plat nomor langsung jadi., ohiya setelah ambil stnk baru, jangan lupa langsung beli mika atau plastik tempat stnk yg ada di koperasi/kantin samsat yaa., harganya gak sampai 5 ribu.., karena aku lupa beli, jadi stnk punyaku masih kertas :( dan taraaaaa akhirnya pulang sudah bawa STNK baru sama plat nomor baru., belum sampai jam 12 siang aku dah balik rumah.. :D
Nah untuk total keseluruhan biaya balik nama semarang:
Mutasi keluar dari samsat III semarang barat :  100.000
Biaya BPKB : 255.000
Mutasi Masuk ke samsat II semarang selatan : 450.000
Total : 805.000
Biaya yang aku tulis gak asli segitu loh ya,. Itu cuma aku kira-kira aja... kurang lebihnya segitu kalo balik nama ngurus sendiri. Tapi kalo pakai jasa bisa di bandrol sampek 1 jtan :’v
BTW berapa hari lamanya ngurus balik nama ??. Kalo menurutku, aslinya sehari ngurus juga bisa kok langsung jadi kalo hari senin-kamis. Berhubung aku ngurusnya sabtu ya setengah hari deh, di lanjut hari senin.
Dan pesen aku juga jangan malu buat nanya kalo gak tau., kalo mau tanyak2., tanyanya sama petugasnya ya., satpam atau pegawainya., jangan sama orang biasa.,
Trimakasih sudah mampir :D

Kamis, 25 Mei 2017

contoh cerita pendek untuk anak yang mengajarkan tentang berbagi

Berikut ini  adalah contoh contoh cerita pendek untuk anak yang mengajarkan tentang berbagi.

Ada seorang anak bernama Tono. Suatu hari, ibu Tono sedang sakit.
Ibu : “uhukk.. uhuukk..uhukkk..., bantu ibu Tono..
Tono adalah anak yang baik, Tono selalu berbakti pada ibunya.
Tono : “Ibu.. apa yang bisa Tono bantu bu..,?
Ibunya Tono bingung.
Ibu : “uhuuukk, uhuuukk.. Ibu pengen sembuh..
Tono bingung sekali, dirumahnya tidak ada uang sepeserpun. Tono bergumam dalam hati, padahal Ibunya harus dibelikan obat agar sembuh. Akhirnya Tono pergi ke toko obat. Dan sesampainya di toko obat, Tono bingung.
Tono : “Bu, saya beli obat batuk satu.
Lalu ibu penjual langsung mengambilkan obat batuk. Tetapi Tono bingung, ia tidak mempunyai uang. Dengan perasaan gemetaran, Tono mau lari mengambil obat batuknya.
Penjual Obat : “hei !, kamu mau mencuri ya !.,
Tono : “endak..,L
Penjual Obat : “kamu pasti mau mencuri !, kalau ndak mau mencuri, mana sini bayar obatnya, !..
Tono dimarahin oleh penjual obat, ia tidak tau harus berbuat apa, ia sangat ketakutan, padahal Ibunya harus sembuh tetapi dia tidak punya uang untuk membayar.

            Disaat penjual obat sedang memarahi Tono, ternyata diluar toko obat tersebut ada penjual soto keliling bersama dengan anaknya.
Tukang Soto : “tok.., trotok., tok., tok., tok., tok., soto., soto.., sapa mau beli sotoooo..
Ketika sedang jualan soto, Bapak tukang soto melihat Tono sedang dimarahi oleh penjual obat.
Tukang Soto : “stop.., stop.., mengapa anak ini dimarahi ?., Ada apa bu ?..,
Penjual Obat : “anak ini mau membeli obat, tapi tidak mau bayar..,
Tukang Soto : “kenapa nak ?., kenapa kamu tidak mau bayar ?., kenapa kamu menangis ?.,
Tono : “ibu saya sakit, tapi saya ndak punya uang untuk beli obat..,
Tukang Soto : “baik nak biar saya yang bayar.,
Kemudian tukang Soto ini memberikan uang kepada penjual obat.
Tukang Soto : “nak., ayo ikut saya sebentar.., tunggu ya.,
Tukang Soto meracik soto untuk Tono.
Tukang Soto : “ini saya kasih soto.,
Kemudian setelah Tono di beri soto, tak lupa ia mengucapkan terimakasih.
Tono : “terimakasih banyak pak.,
Tukang Soto : “sama-sama nak, semoga ibumu cepat sembuh.,
Kemudian Tono bergegas pulang, dengan membawa obat beserta soto untuk diberikan kepada ibunya. Dan ibunya akhirnya sembuh. Alhamdulillah.

            Bertahun-tahun kemudian. Akhirnya Tono sudah besar dan penjual soto sudah tua. Suatu hari, ketika tukang soto sedang keliling bersama anaknya yang mendampingi.
Tukang Soto : “tok.., trotok., tok., tok., tok., tok., soto., soto.., sapa mau beli sotoooo..
Ketika penjual soto sedang keliling, disitu penjual soto terjatuh pingsan, kakinya terkena batu dan berdarah. Kemudian digotong kerumah sakit.
Sirine Ambulan : “wiuuww.., wiiiiuw.., wiiiuuuw.., wiiiuuw..,
Sesampainya rumah sakit, tukang soto dirawat, kakinya dioperasi. Ketika anak tukang soto sedang membayar biaya rumah sakit, ia terkejut karena biaya rumah sakitnya mahal sekali. Ia kebingungan harus mencari uang dimana, ia menangis dengan membawa surat tagihan rumah sakit hingga tertidur.
            Ketika anak penjual soto bangun dari tidurnya, ia terkejut saat melihat surat tagihan rumah sakit sudah berstempel “LUNAS”. Lalu ia menanyakan ke bagian administrasi.
Anak Penjual Soto : “mbak ini siapa yang membayar ?., apakah benar ini sudah ada yang membayar ?.,
Administrasi : “iya dek sudah dibayar., itu namanya tertera di kertas
Anak penjual soto melihat di kertas, ternyata yang membiayai biaya rumah sakit adalah Dokter Tono. Ternyata sekarang Tono sudah menjadi dokter. Jadi dulu ketika Tono masih kecil, Tono pernah dibantu, jadi setelah dewasa Tono ingin membantu. Dan Tukang Soto tadi yang pernah membantu Tono waktu kecil, akhirnya gantian dibantu oleh Tono.


Pesan moral yang dapat diambil : saling tolong menolong kepada sesama.

Senin, 22 Mei 2017

Jangan larang anak makan es krim atau makanan ringan

Bunda, sebagai orang tua kita tahu bahwa makanan ringan dan eskrim adalah makanan yang sangat digemari oleh anak-anak. Selain rasanya yang enak, makanan ringan dan eskrim juga mempunyai kemasan yang menarik perhatian anak. Anak menyukai keduanya karena eskrim mempunyai rasa manis dengan tekstur yang lembut dan dingin serta makanan ringan mempunyai rasa yang asin dan gurih. Tidak sedikit orang tua yang melarang anaknya untuk memakan 2 makanan tersebut dengan alasan karena eskrim mempunyai rasa manis dengan kadar pemanis yang tinggi dan juga makanan ringan yang mempunyai rasa gurih dengan micin yang tinggi pula.
Sebagai penulis, saya sering mendengar dari beberapa orang tua mengatakan hal seperti ini : “jangan makan eskrim, nanti kamu batuk, nanti kamu pilek !!” atau “jangan makan makanan ringan, banyak micinnya, nanti kamu bodoh !!”. Orang tua sering beranggapan bahwa eskrim menyebabkan batuk dan makanan ringan menyebabkan bodoh. Bunda, yuk ganti anggapan yang seperti itu. Yuk, ubah pola pikir kita bahwa tekstur lembutnya eskrim  dan gurihnya makanan ringan tetap bisa di nikmati oleh anak kita.
Bunda, pernahkah kita melihat, anak yang dilarang makan makanan tersebut berkali-kali akan tetap memakannya ?, atau kita lihat saja anak kita, apakah jika kita melarang anak kita untuk memakan eskrim ataupun makanan ringan anak kita akan tetap bersikeras untuk memakannya? Jika iya, hal ini terjadi karena anak adalah pribadi yang mempunyai rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Semakin kita mengekang anak untuk tidak makan makanan sembarangan, anak malah melunjak semakin ingin makan makanan tersebut.
Pernyataan kita kepada anak kalau makan sembarangan akan menyebabkan sakit malah justru  membuat anak benar-benar sakit. Misalnya : “Jangan makan eskrim !!”. Kemudian kita tahu anak tetap bersikeras untuk makan eskrim dan langkah kita selanjutnya adalah mengancam anak dengan kata-kata seperti ini : “di bilangin kok ngeyel, awas kamu ya, besok kalau batuk pilek !!”. Sehari setelah terlontar kata-kata seperti ini, anak pasti langsung batuk pilek. Mengapa terjadi kejadian demikian, hal ini karena pikiran kita dan pikiran anak sejalan. Anak terus berpikir dia telah makan eskrim dan dia besok akan batuk pilek. Otak anak juga merespon dan menjadwal secara terus-menerus bahwa besok akan batuk pilek.
Setelah anak batuk pilek, langkah kita selanjutnya adalah memarahi anak dengan kata-kata seperti ini : “tu kan, sudah dibilangin jangan makan eskrim masih aja ngeyel, tu liat sekarang jadi batuk pilek kan !!”. Bunda, disini siapa yang susah ? orang tua panik untuk mengobati anaknya, dan anaknya merasa ketakutan karena bersalah telah memakan eskrim dan merepotkan orang tuanya.
Bunda, apakah kita akan terus menerus melarang anak kita memakan jajanan dengan cara seperti itu ?. Nah, disini saya akan memberikan solusi agar anak tetap bisa menikmati makanan ringan dan eskrim.
Pertama : Ketika kita membelikan makanan ringan dan eskrim, buatlah perjanjian dengan anak seperti ini : “boleh makan ini, tapi besok janji tidak makan lagi ya, makan jajan ini satu kali saja ya ?, setelah makan jajan ini, minm air putih yang banyak ya ?”. Bunda, coba lihatlah ekspresinya, betapa senangnya anak kita. Jika dalam jangka waktu tertentu anak masih meminta lagi untuk memakan jajanannya, coba tagihlah dengan janjinya : “lah kan kemarin sudah janji makan eskrimnya satu kali saja, kok minta lagi ?”. Sikap orang tua yang seperti ini juga dapat melatih anak untuk berkomitmen dan belajar untuk menepati janji.
Kedua : Jika langkah pertama gagal karena anak ingin makan eskrim dan makan makanan ringan terus menerus, maka langkah kita selanjutnya adalah dengan berkata seperti ini : “boleh makan eskrim atau makanan ringan, tapi sedikit aja ya, incip aja ya? Jangan dihabiskan, buat besok dimakan lagi”. “setelah itu minum air putih yang banyak”.
Ketiga : jika langkah pertama dan kedua gagal, maka langkah yang ketiga adalah orang tua sendiri yang harus kreatif dalam memberikan makanan ringan kepada anak. Tidak harus melulu Bunda memasak masakan yang berat untuk anak. Luangkan waktu untuk membuat jajanan untuk anak. Ajak anak sekalian untuk memasak bersama. Selain menyehatkan dan aman dikonsumsi, jajanan buatan sendiri dapat mengurangi perilaku konsumtif bagi anak.
Sekian, terima kasih J

Minggu, 21 Mei 2017

Stimulasi Fisik Motorik Anak, Berbicara dan Bahasa Anak, Bersosialisasi dan Kemandirian Anak


Bunda, sebagai orang tua, kita wajib untuk menstimulasi buah hati kita dengan berbagai cara. Dengan demikian anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Stimulasi perkembangan ini sangat dibutuhkan untuk anak sebagai bekal ketika akan memasuki usia sekolah. Berikut ini adalah stimulasi fisik motorik anak, berbicara dan bahasa anak, bersosialisasi dan kemandirian anak pada usia 15 sampai 24 bulan atau usia 1.5 tahun - 2 tahun :

       A.    Stimulasi Fisik Motorik Anak Usia 15-24 Bulan
       1. Berdiri dan berjalan.
Seorang bayi mengalami pertumbuhan dan perkembangan selama masa pengasuhan dan pemeliharaan dari orangtua. Untuk anak yang baru belajar berjalan, mungkin inilah hal yang paling menyenangkan, melangkah tanpa rasa takut, dituntun ayah atau ibu, berkeliling rumah atau taman.
Pada usia 18 bulan keatas, orang tua sebaiknya menstimulasi anaknya dengan mengajarkan naik dan turun tangga tanpa bantuan, tetapi tetap harus dalam pengawasan. Anak juga belajar untuk mengembangkan keterampilan motoriknya dengan berdiri, berjalan, melompat dan berlari.
2.      Melalui bermain
Orang tua menstimulasi anak untuk memberikan beberapa mainan yang aman kepada anak. Misalnya anak diminta untuk mengambil mainan, bermain bola, meremas play dough, dll. Dengan bermain anak mampu mengembangkan keterampilan motorik, kecerdasan, inisiatif, imajinasi, kreativitas, dan bakat.
3.      Mengontrol tangan
         Kegiatan ini dapat di terapkan ketika anak belajar untuk makan dan minum sendiri dengan cara belajar memegang sendok dan mengarahkannya kedalam mulut. Atau bisa juga dengan belajar memegang dan melepaskan suatu objek.

B. Stimulasi Berbicara Dan Bahasa Anak Usia 15-24 Bulan
1.      Mengajak Berbicara
Walaupun usia 15 bulan belum lancar berbicara, orang tua tetap harus rajin berkomunikasi dengan anak, karena anak akan mengerti apa yang orang tuanya katakan. Misalnya, Katakan kegiatan-kegiatannya setelah makan, seperti jalan-jalan, dan juga ketika mengatakan jadwal harian anak, orang tua perlu kompromi. Bagaimanapun, orang tua harus fleksibel. Bukan tidak mungkin, ketika ada acara atau kejadian khusus, orang tua harus merubah jadwal anak. Misalnya ketika berlibur keluar kota atau ketika anak sedang sakit. Yang perlu diperhatikan adalah orang tua perlu membuat jadwal agar anak merasa nyaman. Bila anak rewel, orang tua juga yang kewalahan menghadapinya.
Orang tua harus sering berbicara dengan anak, menanyakan pendapat anak, menciptakan suasana yang berwarna-warni, mengarahkan dengan tidak langsung. Misalnya, ketika anak berusaha mengikat tali sepatunya, pujilah, jangan diperlihatkan kesalahan dari mengikat sepatunya. Pada saat ini yang anak pelajari bukanlah mengikat tali dengan benar, tapi bahwa dia dihargai karena mempunyai inisiatif untuk melakukan sesuatu yang baru.
Anak mulai dapat berbicara dengan benar, pada saat usianya menginjak 18 bulan atau bisa disebut balita. Namun, pengucapannya belum sempurna seperti orang dewasa.
2.      Mulai Belajar Bahasa
            Di usia ini, sebaiknya orang tua jangan terlalu sering berusaha memperbaiki anak yang sedang belajar berbicara, karena hal ini akan mengakibatkan anak menjadi penakut atau pemalu.

C. Stimulasi Sosial Dan Kemandirian Anak Usia 15-24 Bulan
a.       Berkomunikasi
Kemampuan berkomunikasi pada anak memang perlu dilatih dengan baik sebagai bekal dalam menjalankan hubungan sosial dan kemandirian. Ketrampilan berkomunikasi bukan sekedar kemampuan berbicara, melainkan mampu menyampaikan dengan baik kepada orang lain sekaligus juga mampu memahami dan memberikan respon atas komunikasi yang dijalin oleh orang lain.
Stimulasi berkomunikasi ini bisa orang tua latih dengan cara meminta anak untuk mengungkapkan apa yang menjadi kebutuhan dan keinginannya dengan jelas. Orang tua juga bisa melatih stimulasi berkomunikasi dengan meminta anak untuk menyampaikan apa yang sedang ia rasakan atau menggambarkan perasaanya.
Didalam komunikasi yang baik, tentu ada keselarasan antara dua pihak atau lebih dari orang yang sedang menjalin komunikasi. Disinilah-anak anak dilatih untuk bisa mendengarkan dengan baik ketika ada orang lain yang menyampaikan sesuatu.
b.      Membuat Humor
Jalinan hubungan sosial akan terasa hampa bila sama sekali tidak diselingi humor. Dengan adanya humor seseorang bisa tertawa, atau humor tidak harus membuat tersenyum sehingga melekatkan hubungan dan rasa ringan di hati. Ketika anak usia ini bulan sudah mulai berjalan dan sudah mengenal beberapa benda dan fungsinya, orang tua perlu memberikan stimulus humor pada anak. Misalnya, orang tua meletakkan kaus kaki dikepala, hal ini juga merupakan humor tersendiri bagi sang anak.
Bila anak sudah mengenal beberapa hal yang membuatnya lucu, maka ia akan belajar membuat humor sendiri. Setiap manusia mempunyai perasaan dan kemampuan dalam membuat humor. Dengan demikian, jalinan sosial yang dibangunnya kelak tidak hambar, tetapi berkelanjutan dengan baik.
c.       Menjalin Persahabatan
Orang tua membiarkan anaknya untuk bergaul atau bermain dengan anak lain, jika anak dilarang bermain oleh orang tuanya, akan berakibat pada kemampuan perkembangan sosial ketika anak sudah memasuki ke jenjang sekolah.
Salah satu contoh hal yang paling medasar dalam menjalin persahabatan adalah bisa berbagi dengan orang lain. Bila anak telah memahami dan belajar mengenai stimulasi persahabatan yang diberikan orang tuanya, maka anak akan lebih mudah untuk bersosialisasi serta menjalin persahabatan dengan banyak teman sehingga pergaulan pun akan semakin luas.
d.      Pembiasaan kata maaf
Ini adalah latihan kepada anak untuk terbiasa meminta maaf kepada orang lain apabila kita melakukan tindakan yang tidak sengaja (apalagi sengaja). Sikap ini sangat perlu kita biasakan kepada anak-anak karena tidak jarang kita temui orang-orang yang dengan jelas-jelas melakukan kesalahan kepada orang lain, tetapi sulit baginya untuk bisa meminta maaf. Oleh sebab itu, tidak sedikit orang yang akhirnya menjauhi orang yang tidak bisa meminta maaf tersebut karena dianggapnya angkuh, tinggi hati, atau sombong.
e.       Pembiasaan kata terima kasih
Mengucapkan terima kasih perlu orang tua latihkan kepada anak. Tidak hanya ketika menerima pemberian yang bersifat materi atau bernilai yang besar saja, orang tua juga perlu membiasakan anak dan memberikan contoh agar segera mengucapkan terima kasih kepada orang lain meskipun yang diberikan orang lain itu hal yang kecil atau biasa saja.

Daftar Pustaka
Azzet, Akhmad Muhaimin. 2014 Mengembangkan Kecerdasan Sosial Bagi Anak, Yogyakarta : Katahati.
Dariyo, Agoes. 2011. Psikologi Perkembangan. Bandung : Refika Aditama.
Mansur. 2005. Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Islam. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Mursid. 2015. Belajar dan Pembelajaran PAUD. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Mutia, Diana. 2012. Psikologi Bermain Anak Usia Dini. Jakarta : Kencana.
Santi, Danar. 2009. Pendidikan Anak Usia Dini Antara Teori dan Praktik. Jakarta : Indeks.
Saraswati,  Sylvia. 2009. Aneka Permainan Bayi dan Anak. Yogyakarta : Katahati.

Sujiono, Yuliani Nurani. 2009. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta : Indeks.

Sabtu, 20 Mei 2017

Kisah perjuangan gadis penderita Leukimia

Assalamu'alaikum..
Haiiiii :)
Selamat malam teman teman..,
Gini nih, aku mau berbagi sedikit kisah dari sahabatku..,
kebetulan dia menulis kisahnya di blog yang ia buat beberapa waktu lalu..,
dan aku mau tulis ulang..,
berbagi kepada kalian bagaimana kehidupannya sewaktu mengidap penyakit yang dideritanya..,
ya tapi alkhamdulillah..,
sekarang penyakitnya sudah sembuh..,
dan ia sudah bahagia di Surga..
bersama malaikat malaikat Allah :)
oke langsung saja ke TKP ^_^
.
.
,


.KISAH KEHIDUPAN

Mentari pagi mulai menyapa ketika kubuka kedua mataku,
suara ayam berkokok membangunkan tidurku yang lelap,
aku pun mulai beranjak dari tempat tidurku yang mungil.
Memulai pagi, kubersiap-siap untuk berangkat sekolah,
Dengan wajah yang selalu ceria aku berangkat bersama teman-teman yang sebangku denganku.
Sesampaiku di sekolah akupun mulai duduk di bangku dan siap menerima ilmu yang di berikan bapak ibu guru karena saat itu aku masih duduk di bangku kelas 6 SD.

Namaku Aprillia saat itu aku tidak tau kenapa aku sering sekali Mimisan, Lemas, dan wajah yang pucat, tapi tak sekalipun aku bercerita pada ibuku karena aku takut ibu jadi khawatir.
Lama-kelaman ibukupun curiga kenapa aku sering sekali berwajah pucat.
Saat itu juga ibuku membawa aku ke dokter dan kata dokter itu aku hanya darah rendah biasa.
Akupun lega dengan pernyataan dokter itu, aku jadi merasa baik-baik saja.
Hari di mana Ujian sekolah itu datang aku harus berjuang demi mendapat nilai yang terbaik dan pada akhirnya aku pun mendapatkan nilai yang cukup memuaskan sehingga aku dapat melanjutkan  di sekolah negeri yang aku inginkan.

Dan saat itu aku senang sekali, aku bisa memakai seragam baru, sepatu baru, punya teman baru, sekolah baru serasa semuanya baru.
Beberapa bulan aku sekolah di situ aku jatuh dari kursi yang rasanya sangat sakit yang sampai membuat kaki mati rasa.
Saat itu aku begitu ketakutan “ada, apa dengan kakiku kenapa jadi seperti ini ?”
Dalam hatipun aku bertanya seperti itu.
Setelah beberapa jam kemudian baru kakiku bisa untuk di gerakkan walaupun sangat berat sekali bila aku mengangkat kakiku untuk berjalan.
Lama sekali aku merasakan kakiku yang begitu sakit selama berbulan-bulan.
Di saat itu aku berdoa “Ya Allah, kenapa ini tak kunjung sembuh, ini rasanya sakit sekali,, aku mohon hentikan rasa sakit ini dengan kuasamu.”
Dengan menangis aku berdoa seperti itu.
Dan tak lama kemudian rasa sakit itu hilang sedikit demi sedikit tetapi lama-kelamaan kondisiku semakin tak terkendali ,, membuat aku jadi sering pingsan.

Ketakutan menghampiriku, tapi tak sedikitpun aku mengadu pada ibuku tentang kondisiku saat itu.
Setiap malam aku selalu bertanya pada Tuhan di dalam doaku “Yaa allah kenapa aku jadi seperti ini ada apa sebenarnya aku ini Ya Allah,
Ya Rabb, hamba mohon hentikan semua ini hamba lelah,.” tetapi tangisanku, doaku itu tak sedikitpun merubah keadaan.

Waktu pun berlalu, perutku pun semakin membuncit, membuatku seperti orang hamil/bungsu lapar aku tak tau kenapa semua itu terjadi pada tubuhku yang mungil.
Suatu saat ada orang yang bertanya padaku “hay nak, kamu hamil ya kok perutnya besar ?” dengan tersenyum aku menjawabnya “astagfirullah, naudzhubillah, endak kok.”  dengan sopan aku segera pulang dan menangis dalam sholatku aku mengadu pada Allah.
Banyak temanku yang bertanya seperi itu , Dalam hatiku aku sakit hati sekali tapi apa daya aku hanya bisa tersenyum.

Saat itu aku duduk di bangku kelas 2 SMP dan yang berarti aku merasakan kesakitan sudah 1 tahun lebih.
Lama-kelamaan ibukupun curiga dengan keadaanku yang saat itu samakin memburuk karena aku batuk selama lebih dari 3 bulan tak kunjung sembuh.
Ibukupun mulai mengajakku pergi ke pukesmas dan dari pukesmas di rujuk ke BPMP/BP4 atau apa yaa aku lupa :D di situ aku di ronsen dan dokter berkata kalau paru-paruku baik-baik saja tetapi dia curiga dengan perutku yang besar dan keras sekali lalu dia menyarankan untuk di rujuk ke RS.Kariadi, dan di saat itupun aku mulai ketakutan dengan keadaanku sendiri.
Pada saat itu aku datang di kariadi setelah dokter memeriksaku dia berkata “sepertinya ini kanker dek, tapi tenang ini belum pasti ,, agar pasti adek mau untuk menginap di sini agar kami tau apa penyakit adek.”
Dan di waktu itupun aku menangis dalam hati dan bertanya “ Tuhan, apa salahku hingga kau hukum aku seperti ini ?” dengan menangis aku bertanya seperti itu dalam hatiku.
Setelah 2 hari aku di rumah sakit tanpa ada pemeriksaaan akupun bertemu dengan Dokter Bamb*ng dialah orang yang akan menanganiku dan dia berkata aku akan di operasi
Aku tak tau dan tak mengerti kenapa semuanya jadi seperti ini, aku takut sekali di operasi tetapi dengan tegar aku menjalani semua itu, Setelah itu Dokter Bamb*ang bilang kalau aku mengindap penyakit Leukimia(CML).
Hatiku begitu hancur saat itu , aku hanya terdiam dan menangis dalam hati. akupun bertanya-tanya “ bagaimana hati ibuku, pasti dia lebih hancur dari aku ? kenapa Tuhan memberikan cobaan yang berat seperti ini di keluarga kecilku ?”.
Setelah aku di perbolehkan pulang akupun di berikan obat yang harus di minum setiap hari dan aku harus ke rumah sakit sebulan sekali  dengan tabah aku menjalani itu semua.
Tapi lama-lama kok semua ini tak kunjung selesai, akupun  saat itu sempat marah dengan kaadaanku saat itu.

Aku mulai bosan, aku mulai memberontak saat itu, aku jadi malas-malassan minum obat dan akupun melanggar semua peraturan-peraturan yang di kasih tau dokter Bamb*ng.
Aku jadi sering jajan sembarangan tapi setelah satu bulan sepeti itu keadaankupun menjadi hampir tak terkendali hasil laboratoriumku pun memburuk semua kata dokter Bamb*ng, tapi aku tetap tak peduli saat itu.
Tak ku sadari kelakuanku saat itu membuat ibuku menangis dalam doanya.
Tak sengaja aku mendengar ibuku berdoa di tengah malamnya, dia menangis sampai tersedu memohon kepada tuhan agar aku sembuh dan saat  itu  hatiku ikut menangis mendengar itu semua. Begitu jahatnya aku melalukan hal seperti itu yang tanpa ku sadari menyakiti ibuku.
Dan di dalam hatiku aku berjanji  kalau aku tidak akan seperti itu lagi.
Akupun sadar kalau aku tidak boleh memikirkan kapan aku sembuh atau kapan aku berhenti meminum obat ini.
Tapi yang harus aku pikirkan adalah bagaimana caranya aku bisa membuat ibuku dan orang-orang yang sayang sama aku bangga dengan kesuksesanku nanti dan bagaimanan aku bisa meraih dan mengejar cita-citaku itu.

Saat ini aku sudah duduk di bangku kelas 2 SMK, bersekolah di SMKN 8 SEMARANG dan mengambil jurusan MULTIMEDIA.
Kenapa aku mengambil jurusan multimedia karena aku bertekat untuk menggapai cita-citaku menjadi seorang PHOTOGRAPER dan DESIGNER yang hebat dan terkenal.
Walaupun aku menggapai itu semua dengan kesulitan,
berbeda dari orang-orang biasanya,
ketika aku harus pulang sore lalu kakiku penuh dengan memar seperti orang habis di pukul/kaki yang kaku atau ketika aku punya banyak tugas aku sering mengeluh kesakitan di bagian tanganlah, kakilah ataupun juga perut.
Tapi aku akan tetap menjalani semua itu dengan ketabahan dan kesabaran karena aku tau kalau ini semua hanya ujian dari Allah,
karena Allah sangat menyayangiku dan aku harus bisa melewati semua ujian ini entah di iringi air mata ataupun rasa sakit yang sangat- sangat mendalam.
Aku harus tetap tersenyum dan yakin suatu saat kebahagiaan, beserta indahnya hidup akan ku raih.
Allah sudah merencanakan sesuatu yang indah untuk hidupku kelak.
SEMARANG, 24 – 01 -2014

-The End-
.
nah seperti itulah perjuangan sahabatku..
sahabat dari kelas 8 SMP sampai kelas 11 SMK..
dan sekarang dia sudah meninggal pada Kamis,11 Desember 2015 (17:30 WIB)..,
mudah-mudahan almarhumah diterima disisi Allah SWT, diterima semua amal kebaikannya dan di ampuni segala dosa-dosanya. Aamiin.

Belajar Jadi Orang Sabar

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 153).

gara gara lagi sakit ngadepi masalah sama orang yang gak ada ujungnya..
bawa'anya nyerah gitu ya kalo lagi ada masalah , sepele sih emang .. tapi ya kalok di masukin hati gak ilang ilang sakitnya.
Pernah, suatu hari aku ngepo'in ask.fmnya si Dwit4sari , itu lho, penulis buku , yang akun twiternya banyak kicauan galau galau gitu.,
waktu Dwit4 ditanya gini :" Kak, kok bisa sih hidupnya tegar banget? "
terus nih , Dwit4nya bales : " Intinya jangan dendam "
simple, kan jawabnya, tapi jalaninya itu lhoooo :'(



balik lagi ke tema ..,
lagi pengen ngungkapin perasaan.., rasanya dikhianatin itu sakit ya?
dijelek jelekin itu sakit ya? ,.,aduh sakitnya minta ampun :)
disini aku berusaha sabar.., mencoba untuk tidak tahu artinya kata : "SABAR ITU ADA BATASNYA"
berusaha diam ketika dimaki, .., dan jangan dendam pastinya ..,

yah, inilah likaliku hidup.., sebagian besar orang lebih memilih berbuat jahat ketimbang berbuat baik..,
aku udah ngerasain 22nya ..,
jadi orang baik itu gak enak.., tertindas.., apa apa mesti ngalah ..,
diejekin, diem aja .., disindir ? juga diem aja :)

aku masih ingat dengan perkataan mba endang, (mb andung)
itu lho temen sekaligus karyawan yang ada di tempat aku prakerin..,
dia sering bilang, gini nih "sekarang karma tu cepet banget datengnya"
misalnya nih, pagi pagi kita sengaja bikin kesalahan , siangnya kita udah dapet kesalahan..,
tapi kalok dalam Islam yang namanya karma itu gak ada,
sama aja dong kalo kita percaya karma, sama aja dengan dendam .. iya gak ????
intinya , " semua yang kita lakukan itu akan berbalik ke kita juga, kebaikan ataupun keburukan"
kalok kita berbuat keburukan , ntar kita mesti dapet keburukan juga, begitupun sebaliknya..,

pokoknya jangan coba coba deh jadi orang jahat..,
imbasnya kita malah dapet kejahatan yang lebih jahat dari apa yang kita lakuin lhoooooooo ..,,
udah, jadi orang baik aja .,, kalo kita dikasih kejahatan dari orang lain,
diemin aja, sabar,dan jangan lupa banyak banyak istighfar..,
InsyaAllah , kita dapet kebaikan lebih gede,
kalo kata endy, "Orang baik itu pasti menang !"
Night :)