Selasa, 08 Agustus 2017

Tips dan dampak memberi uang saku rutin kepada anak


Sebagian besar orang tua sering memberkan uang saku rutin sehari dengan jumlah sekian atau seminggu dengan jumlah sekian kepada anak. Tujuannya dengan maksud untuk membeli mainan dan jajanan kepada anak. Tapi, apakah bunda tahu? Bagaimana dampak jika anak diberikan uang saku rutin ?
1. Bahwa anak yang setiap hari dibekali uang saku maka lama-kelamaan anak tersebut akan mempunyai mental meminta atau mental menagih. Ketika sudah ada waktunya dia dikasih uang saku, kok belum dikasih, maka anak akan berani untuk meminta orang tuanya. Misalnya saja anak setiap hari sebelum berangkat sekolah diberi uang saku rutin oleh ibunya, lalu ketika anak akan berangkat sekolah dan ibunya belum memberikan uang saku, maka yang terjadi adalah anak tersebut pasti berani meminta uang kepada ibunya karena anak merasa itu adalah kegiatan rutin yang harus ibunya lakukan.
2. Jika anak diberikan uang saku rutin terus menerus maka yang terjadi adalah anak tidak tau terimakasih. Anak ketika diberi uang saku oleh orang tuanya lama-kelamaan tidak akan mengucap terimakasih. Karena anak merasa bahwa uang saku rutin ini adalah haknya.

Nah, lantas bagaimana memberikan uang kepada anak ? begini langkahnya.
1. Sebelum orang tua memberikan uang saku kepada anak, anak harus tau dan paham bahwa uang ini bukan hak dia. Melainkan uang ini adalah kebaikan ayah dan ibu. Jadi kita harus bekali dulu dengan seperti ini “nak, ini uang saku bukan hakmu sebenarnya, ini adalah kebaikan ayah dan ibu memberi uang kepadamu.” Jadi setelah diberi pengertin seperti itu ketika anak dikasih uang berapapun nominalnya anak pasti akan bilang terimakasih.
2. Orang tua harus membekali bahwa uang saku yang diberikan kepada anak itu nanti uangnya mau diapakan. Anak juga harus tau guna uang saku ini. Jika anak tidak dibekali kegunaan uang itu seperti apa, maka anak selalu setiap hari pasti membeli jajan atau membeli mainan yang nantinya itu penghasilan anak dari uang saku rutin yang diberikan orang tuanya tidak nampak ketika dia sudah dewasa. Karena setiap hari habis untuk dibelikan mainan dan jajanan. Ajarkanlah untuk menabung. Jadi dia akan tau bahwa ketika ia ingin membeli sesuatu, itu harus pakai usaha. Usahanya dia adalah dengan menabung rutin dengan uang yang diberikan orangtuanya. Ini adalah belajar anak untuk memanage uang, agar kelak ketika sudah besar anak sudah tau cara memanage uang karena sejak kecil sudah diajarkan oleh orang tuanya.