Senin, 22 Mei 2017

Jangan larang anak makan es krim atau makanan ringan

Bunda, sebagai orang tua kita tahu bahwa makanan ringan dan eskrim adalah makanan yang sangat digemari oleh anak-anak. Selain rasanya yang enak, makanan ringan dan eskrim juga mempunyai kemasan yang menarik perhatian anak. Anak menyukai keduanya karena eskrim mempunyai rasa manis dengan tekstur yang lembut dan dingin serta makanan ringan mempunyai rasa yang asin dan gurih. Tidak sedikit orang tua yang melarang anaknya untuk memakan 2 makanan tersebut dengan alasan karena eskrim mempunyai rasa manis dengan kadar pemanis yang tinggi dan juga makanan ringan yang mempunyai rasa gurih dengan micin yang tinggi pula.
Sebagai penulis, saya sering mendengar dari beberapa orang tua mengatakan hal seperti ini : “jangan makan eskrim, nanti kamu batuk, nanti kamu pilek !!” atau “jangan makan makanan ringan, banyak micinnya, nanti kamu bodoh !!”. Orang tua sering beranggapan bahwa eskrim menyebabkan batuk dan makanan ringan menyebabkan bodoh. Bunda, yuk ganti anggapan yang seperti itu. Yuk, ubah pola pikir kita bahwa tekstur lembutnya eskrim  dan gurihnya makanan ringan tetap bisa di nikmati oleh anak kita.
Bunda, pernahkah kita melihat, anak yang dilarang makan makanan tersebut berkali-kali akan tetap memakannya ?, atau kita lihat saja anak kita, apakah jika kita melarang anak kita untuk memakan eskrim ataupun makanan ringan anak kita akan tetap bersikeras untuk memakannya? Jika iya, hal ini terjadi karena anak adalah pribadi yang mempunyai rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Semakin kita mengekang anak untuk tidak makan makanan sembarangan, anak malah melunjak semakin ingin makan makanan tersebut.
Pernyataan kita kepada anak kalau makan sembarangan akan menyebabkan sakit malah justru  membuat anak benar-benar sakit. Misalnya : “Jangan makan eskrim !!”. Kemudian kita tahu anak tetap bersikeras untuk makan eskrim dan langkah kita selanjutnya adalah mengancam anak dengan kata-kata seperti ini : “di bilangin kok ngeyel, awas kamu ya, besok kalau batuk pilek !!”. Sehari setelah terlontar kata-kata seperti ini, anak pasti langsung batuk pilek. Mengapa terjadi kejadian demikian, hal ini karena pikiran kita dan pikiran anak sejalan. Anak terus berpikir dia telah makan eskrim dan dia besok akan batuk pilek. Otak anak juga merespon dan menjadwal secara terus-menerus bahwa besok akan batuk pilek.
Setelah anak batuk pilek, langkah kita selanjutnya adalah memarahi anak dengan kata-kata seperti ini : “tu kan, sudah dibilangin jangan makan eskrim masih aja ngeyel, tu liat sekarang jadi batuk pilek kan !!”. Bunda, disini siapa yang susah ? orang tua panik untuk mengobati anaknya, dan anaknya merasa ketakutan karena bersalah telah memakan eskrim dan merepotkan orang tuanya.
Bunda, apakah kita akan terus menerus melarang anak kita memakan jajanan dengan cara seperti itu ?. Nah, disini saya akan memberikan solusi agar anak tetap bisa menikmati makanan ringan dan eskrim.
Pertama : Ketika kita membelikan makanan ringan dan eskrim, buatlah perjanjian dengan anak seperti ini : “boleh makan ini, tapi besok janji tidak makan lagi ya, makan jajan ini satu kali saja ya ?, setelah makan jajan ini, minm air putih yang banyak ya ?”. Bunda, coba lihatlah ekspresinya, betapa senangnya anak kita. Jika dalam jangka waktu tertentu anak masih meminta lagi untuk memakan jajanannya, coba tagihlah dengan janjinya : “lah kan kemarin sudah janji makan eskrimnya satu kali saja, kok minta lagi ?”. Sikap orang tua yang seperti ini juga dapat melatih anak untuk berkomitmen dan belajar untuk menepati janji.
Kedua : Jika langkah pertama gagal karena anak ingin makan eskrim dan makan makanan ringan terus menerus, maka langkah kita selanjutnya adalah dengan berkata seperti ini : “boleh makan eskrim atau makanan ringan, tapi sedikit aja ya, incip aja ya? Jangan dihabiskan, buat besok dimakan lagi”. “setelah itu minum air putih yang banyak”.
Ketiga : jika langkah pertama dan kedua gagal, maka langkah yang ketiga adalah orang tua sendiri yang harus kreatif dalam memberikan makanan ringan kepada anak. Tidak harus melulu Bunda memasak masakan yang berat untuk anak. Luangkan waktu untuk membuat jajanan untuk anak. Ajak anak sekalian untuk memasak bersama. Selain menyehatkan dan aman dikonsumsi, jajanan buatan sendiri dapat mengurangi perilaku konsumtif bagi anak.
Sekian, terima kasih J