Bunda, sebagai orang tua kita tahu bahwa makanan ringan dan eskrim adalah makanan yang sangat digemari oleh anak-anak. Selain rasanya yang enak, makanan ringan dan eskrim juga mempunyai kemasan yang menarik perhatian anak. Anak menyukai keduanya karena eskrim mempunyai rasa manis dengan tekstur yang lembut dan dingin serta makanan ringan mempunyai rasa yang asin dan gurih. Tidak sedikit orang tua yang melarang anaknya untuk memakan 2 makanan tersebut dengan alasan karena eskrim mempunyai rasa manis dengan kadar pemanis yang tinggi dan juga makanan ringan yang mempunyai rasa gurih dengan micin yang tinggi pula.
Sebagai penulis, saya sering
mendengar dari beberapa orang tua mengatakan hal seperti ini : “jangan makan
eskrim, nanti kamu batuk, nanti kamu pilek !!” atau “jangan makan makanan
ringan, banyak micinnya, nanti kamu bodoh !!”. Orang tua sering beranggapan
bahwa eskrim menyebabkan batuk dan makanan ringan menyebabkan bodoh. Bunda, yuk
ganti anggapan yang seperti itu. Yuk, ubah pola pikir kita bahwa tekstur
lembutnya eskrim dan gurihnya makanan
ringan tetap bisa di nikmati oleh anak kita.
Bunda, pernahkah kita melihat,
anak yang dilarang makan makanan tersebut berkali-kali akan tetap memakannya ?,
atau kita lihat saja anak kita, apakah jika kita melarang anak kita untuk
memakan eskrim ataupun makanan ringan anak kita akan tetap bersikeras untuk
memakannya? Jika iya, hal ini terjadi karena anak adalah pribadi yang mempunyai
rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Semakin kita mengekang anak untuk tidak
makan makanan sembarangan, anak malah melunjak semakin ingin makan makanan
tersebut.
Pernyataan kita kepada anak kalau
makan sembarangan akan menyebabkan sakit malah justru membuat anak benar-benar sakit. Misalnya :
“Jangan makan eskrim !!”. Kemudian kita tahu anak tetap bersikeras untuk makan
eskrim dan langkah kita selanjutnya adalah mengancam anak dengan kata-kata
seperti ini : “di bilangin kok ngeyel, awas kamu ya, besok kalau batuk pilek
!!”. Sehari setelah terlontar kata-kata seperti ini, anak pasti langsung batuk
pilek. Mengapa terjadi kejadian demikian, hal ini karena pikiran kita dan
pikiran anak sejalan. Anak terus berpikir dia telah makan eskrim dan dia besok
akan batuk pilek. Otak anak juga merespon dan menjadwal secara terus-menerus bahwa
besok akan batuk pilek.
Setelah anak batuk pilek, langkah
kita selanjutnya adalah memarahi anak dengan kata-kata seperti ini : “tu kan,
sudah dibilangin jangan makan eskrim masih aja ngeyel, tu liat sekarang jadi
batuk pilek kan !!”. Bunda, disini siapa yang susah ? orang tua panik untuk
mengobati anaknya, dan anaknya merasa ketakutan karena bersalah telah memakan
eskrim dan merepotkan orang tuanya.
Bunda, apakah kita akan terus
menerus melarang anak kita memakan jajanan dengan cara seperti itu ?. Nah,
disini saya akan memberikan solusi agar anak tetap bisa menikmati makanan
ringan dan eskrim.
Pertama : Ketika kita membelikan makanan ringan dan eskrim,
buatlah perjanjian dengan anak seperti ini : “boleh makan ini, tapi besok janji
tidak makan lagi ya, makan jajan ini satu kali saja ya ?, setelah makan jajan
ini, minm air putih yang banyak ya ?”. Bunda, coba lihatlah ekspresinya, betapa
senangnya anak kita. Jika dalam jangka waktu tertentu anak masih meminta lagi
untuk memakan jajanannya, coba tagihlah dengan janjinya : “lah kan kemarin
sudah janji makan eskrimnya satu kali saja, kok minta lagi ?”. Sikap orang tua
yang seperti ini juga dapat melatih anak untuk berkomitmen dan belajar untuk
menepati janji.
Kedua : Jika langkah pertama gagal karena anak ingin makan
eskrim dan makan makanan ringan terus menerus, maka langkah kita selanjutnya
adalah dengan berkata seperti ini : “boleh makan eskrim atau makanan ringan,
tapi sedikit aja ya, incip aja ya? Jangan dihabiskan, buat besok dimakan lagi”.
“setelah itu minum air putih yang banyak”.
Ketiga : jika langkah pertama dan kedua gagal, maka langkah
yang ketiga adalah orang tua sendiri yang harus kreatif dalam memberikan
makanan ringan kepada anak. Tidak harus melulu Bunda memasak masakan yang berat
untuk anak. Luangkan waktu untuk membuat jajanan untuk anak. Ajak anak sekalian
untuk memasak bersama. Selain menyehatkan dan aman dikonsumsi, jajanan buatan
sendiri dapat mengurangi perilaku konsumtif bagi anak.
Sekian, terima kasih J